- Tuesday, July 01, 2003
Cerita Mereka: bagian tiga [part b]
"Alo non..." Pemuda itu menyapa dengan ramah.
"duh, ngagetin aja sih... lhoh? kok kamu? what are you doing here?" tanya Leah dengan nada agak ketus setelah mengetahui siapa pemuda itu sebenarnya. Jantungnya agak berhenti mendadak tadi.
"sorry, kaget yah hehehe.... Hm pingin jemput kamu sih tadinya..., may I?" goda pemuda itu sambil membantu membawakan tas2 bawaan sang gadis.
"eh, ga usah ga usah, thank you,...aku ...hmm sorry nate, aku buru2 sekali, musti cepetan sampe rumah..." ucapnya terburu2 dengan pandangan resah. Kenapa dia bisa disini? Duh, what a timing.
"Oh... hmm ya udah ga papa. I'll walk you out... diluar ujan..." jawab Jonathan dengan tampang agak kecewa.
"What? oh no,...ujan? duh....." ditatapnya tasnya yg ada digenggaman Jonathan. Dia terdiam sesaat, hendak berbalik lagi ke ruangannya untuk mencari sebatang payung yg mungkin saja tersedia disana.
"non? kenapa? ayuk... aku ada kok...." jawab Jonathan seolah2 dia mengerti apa yg ada dipikiran sang gadis.
Dilihatnya dengan tampang setengah tidak percaya, senyuman cowo itu begitu pengertian, begitu sabar. Pemuda ini tau persis gelagat sang gadis kalo sedang bingung. Rasanya seperti semua orang dikelilingnya hanyalah seperti dinding yg membisu. Jadi ditunggunya sang gadis sampai nanti ia ingat kembali bahwa ada seseorang yg sedang menawarkan dengan tulus utk mengantarkannya pulang, atau at least, sampai masuk ke dalam mobil dengan keadaan utuh tanpa basah kuyup.
"ayo, aku ada payung koq.... aku antar sampai mobil aja..." pintanya lagi sambil langsung memencet tanda 'DOWN' di samping elevator itu.
Ragu2 ditatapnya sang pria itu, lalu Leah pun mengganguk pasrah. "Designs ini hampir final, dan aku harus bawa pulang karena besok ada meeting di client's site,..." pikirnya dengan pasti. Biarlah aku mengecewakannya malam ini, besok2 aku tebus, entah gimana caranya...
"sorry banget yah nate...." ucapnya sambil menatap dalam kearah kedua mata indah dihadapannya, dimana sang pemiliknya ternyata sedang memerhatikan dirinya dengan tatapan penuh kasih sayang. Leahpun tersipu malu.
"eh ga papa lagi...yuk..." jawabnya sambil tersenyum membalas.
6:35pm
Leah masih duduk menatap kearah kaca luar. Hujan sudah tidak begitu deras lagi. Pria itu telah berjalan menjauhi mobilnya, setelah diantarnya sang gadis sampai kemobilnya.
Tadi tubuh mereka bersebelahan, sesekali bersentuhan, berjalan berdua dibawah satu payung. Jonathan berusaha supaya gadis itu tidak terkena basah, dengan sabar dia mengantar gadis itu sampai dia masuk kedalam mobil. Tadi, accident kecil itu sempat membuat Leah terharu. Sewaktu mereka berjalan menuju lapangan parkir, sebuah mobil tiba2 datang dengan kencang, dan menyipratkan genangan air ditepi jalan itu kearah mereka. Kejadiannya terjadi begitu cepat, tak disangka ternyata pemuda itu telah melindunginya dengan badannya, sehingga akhirnya dialah yg terkena basah. Kemeja dan celana panjangnya basah kuyup.
Leah tersenyum sendiri mengingat kejadian itu. Mobilnya melaju perlahan-lahan karena macetnya kota Jakarta malam itu.
Sejenak dilanjutkannya lamunannya tadi, teringat lagi kejadian tadi sesaat sebelum Jonathan menutup pintu mobilnya...
"ati-ati yah... udah malam.. apa mendingan aku ikutin kamu dari belakang ?" ucapnya sambil melihat kearah mata Leah dalam-dalam. Isyarat matanya seolah mengucapkan, "aku masih ingin bersamamu sesaat lagi..."
Leah mendesah pelan. Lagi2 aku harus menolaknya tadi. Ia tahu, Jonathan hanya khawatir melihatnya pulang sendirian. Tapi bagaimana dia bisa menerima tawaran tadi? Bukannya nanti akan menambah cerita lagi....?
bersambung ke Cerita Mereka 4
All Rights Reserved ® Shenny 2003-2004


