- Tuesday, July 01, 2003
Cerita Mereka: bagian 4
Leah sendiri cukup heran dan diam2 menggerutu dalam hati, "kok jadi seenaknya tuh cowo sih? Tau begini aku juga gak perlu cepet2 pulang, mana lagi banyak kerjaan..." "Kenapa sih seenaknya aja bilang gak bisa dateng, tanpa ngasih alesan yg kuat, hmm awas aja deh kalo sampe2 ga dateng..." Pikirannya melayang-layang, hmm apa mungkin cowo itu tau bahwa ortunya hendak menjodohkannya denganku? Hm...bisa jadi.
Tak lama kemudian, ...
"Hello...? spadaaa...anybody home? mam? pap?" suara itu begitu lantang dan jelas. Leah cepat2 menoleh dan dilihatnya kakaknya itu, baru saja tiba. Mereka sekeluarga cepat2 menghampirinya, begitu juga kedua tamu ayahnya itu.
Ryan, kakaknya itu sudah sampai. Iya, memang dia datang hari ini kan... pikir Leah dalam hati sambil tersenyum senang.
Dipeluknya kakaknya itu lalu bergantian dengan mama dan papanya.
"Siapa yg jemput 'Ry...?" tanya ayahnya sewaktu melihat anaknya itu datang sendiri.
Tiba2 seorang sosok pemuda yg tidak asing lagi dimata Leah, muncul disebelah Ryan sambil menenteng satu koper yg agak besar. Tampangnya keliatan letih, tapi tetap tenang dan berusaha tersenyum kearah pemilik rumah itu.
"Alo om, pap, mam..." sapanya ketika melihat kedua tamu sang pemilik rumah itu.
"Astaga..." Jantung Leah hampir copot rasanya. "Gak mungkin..... gak mungkin....." pikirnya berkali2 sambil tetap berdiri mematung disebelah kakaknya. Tampangnya tiba2 kaku dan airmatanya seperti hendak cepat2 mengalir deras. JONATHAN!
Leah menatap pemuda itu dengan pandangan bertanya2. Jonathan sendiri sebetulnya tidak begitu kaget, karena setelah kurang lebih setengah jam berada disatu mobil dengan Ryan, dia baru tau bahwa Ryan itu adalahnya kakak kandung Leah.
Niko tadi tidak mengatakan apa2 padanya. Dia cuma berpesan, "eh jek, bantuin gue donk, tulung jemputin temen gue yg baru dateng dari Melbourne.... I owe you BIG 'man! PLEASE dong...." Lalu dengan sedikit terpaksa, Jonathan bersedia ke airport utk menjemput temannya Niko yg bernama Ryan ini. Namanya somewhat agak2 familiar, karena memang dulu Leah pernah bercerita mengenai kakak kandungnya itu. Tapi karena mereka belum pernah bertemu, Jonathan tidak mengenal rupa kakak kandung Leah itu.
"ya ampun nate...." itu kata2 pertama yg keluar dari mulutnya, setelah semuanya jelas. Setelah dicernanya kembali penjelasan ayahnya itu, yg ternyata ceritanya seperti ini:
Jonathan adalah anak tunggal adik kandung Pak Bahyarta, teman baik ayah Leah sejak masih dibangku kuliah dulu di Jerman. Sejak umur 8 tahun, Jonathan hidup berdua dengan mamanya karena ayahnya meninggal pada waktu kecelakaan pesawat terbang. Dan ketika maut merenggut nyawa mamanya, Bahyarta bertekad untuk terus membiayai uang kuliah keponakannya itu, dan mengangkatnya sebagai anak kandungnya, agar supaya pemuda itu bisa tetap hidup dan tinggal bersamanya di amerika.
Ayah Leah tertawa tergelak2 sewaktu mengetahui semuanya ini. Ternyata putrinya itu telah keduluan mengenalnya.
"Pap, dulu koq papa-mama sempet gak setuju2 gitu sih?..." tanyanya penasaran.
"Oh gini gini lho, dulu itu kan kamu masih kecil, baru aja masuk kuliah.... trus koq tau2 uda kenalan sama cowo yg ga jelas asal usulnya gitu. Yg ga ada ayah, ga ada ibu.... Papa sih bukannya gak suka dengan Jonathan, karena toh papa kan belum kenal. Dan setelah tau ceritanya om Bahyarta, Papa-Mama simpati langsung dengan JonJon..."
"hah? kok jonjon sih pap...." tanya gadis itu sambil tertawa2. Nama bagus2 dirusak ajah....dasar nih.... hihihi...
Ya elah, ternyata yah, memang semuanya itu pasti kerjaan tangan yg diAtas deh. Kok bisa2nya pas begini sih?, pikir Leah sambil melirik kearah pemuda yg dari jauh juga sedang mencuri2 pandang kearahnya. Mereka sekeluarga baru hendak berkumpul2 sambil nonton vcd diruang tengah, ketika saat itu mama Leah tiba2 sadar, bahwa 2 anak telah mengundurkan diri dari keramaian.
Diluar, Leah dan Jonathan berdiri sebelahan sambil melihat pemandangan luar. Lampu2 kota terlihat amat indah malam itu. Siapa pernah sangka akan begini terjadinya ? Terjawablah semua pertanyaan mereka berdua.... segala keraguan dan kebimbangan yg ada.
Ternyata di akhir cerita mereka ini, sejak awal, Tuhan telah menjanjikan sesuatu yg indah, yg hanya bisa dijalanin sesuai dengan waktuNya.
Satu akhir yg begitu diluar dugaan,... ah bukan akhir, ini sebulah awal.... yah, mungkin awal dari satu perjalanan panjang yg akan menjadi indah buat mereka berdua ...
THE END
~~~~~
hihihi...akhirnya kelar jugaaaa... :P :P :)
makasi yg uda bacaaaahhh ;) semoga belum pusing dan bosen kekekeh... :D <-- nyengir kuda lumping :P
merdekah!
hi hi... *kabuuuur ngumpet*
All Rights Reserved ® Shenny 2003-2004


